/* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid #cccccc; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font-weight: bold; line-height: 1.6em; font-size: 78%; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear: both; text-align: center; color: #333333; } #footer .widget { margin:.5em; padding-top: 20px; font-size: 85%; line-height: 1.5em; text-align: left; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { width: 750px; margin-left: 0; margin-right: 0; } -->

Kamis, 31 Januari 2008

Arti sebuah ketangguhan????



Hehe suka pada ngaco ajah. Wayah kiwari, masa ketangguhan kudu diukur sama kuat tahan robeknya kantung bujur yang ada di celana jeans butut belel bau hitut si Samid seh? Wew...

Minggu, 27 Januari 2008

Hari Berkabung Nasional









Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Marilah kita tundukkan hati kita dalam2 seraya membacakan Al-Fatihah, mengiringi kepergian Bapak Pembangunan Indonesia kedalam Rahmat Allah, Jenderal Besar HM Soeharto yang wafat tadi siang jam 13.10 WIB. Semoga beliau beroleh tempat terbaik dari Allah SWT. Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan bahwa mulai hari ini sampai tgl 2 Februari 2008 dikibarkan Sang Saka setengah tiang, sebagai tanda hari berkabung Nasional diseluruh persada tanah air Indonesia. Selamat jalan pak Harto. Semoga semua janji bhakti diterima Allah SWT.
Adalah hal menarik buat disimak, bahwa menurut laporan pandangan mata dari Trans7, pada jam 20.30 di rumah duka Jalan Cendana No. 8, Menteng Jakarta Pusat yang akan diselenggarakan tahlilan oleh keluarga besar almarhum, tengah diguyur hujan deras. Padahal di areal KK yang beradius sekira 1000an meter, hanya tampak mendung saja.

Maaf oom, saya ini pemulung...

Keranjang sampah dekat dengkul kiri di konter kasier dah penuh sejak kapan tau. Lalu aku angkat aja buat dipindahkan isinya ke bak sampah ditepi jalan. Bangun dari posisi menunduk habis ngatur2 dikit, karena ada sampah yang lebarnya menyamai mulut bak sampah. Tiba2 ada senyum manis menempel dibibir seorang lelaki yang manggul karung dan sebilah gancu. Alhamduilillah, kiranya sampah dariku menjadi jalan rizki bagi yang lainnya. Sekejap kemudian, isi bak sampah berpindah ke karungnya. Merasa terbantu oleh pengosongan bak sampah, kuambil selembar gocengan lalu kuangsurkan kepada lelaki itu. Kan biasanya juga kuberikan kepada petugas kebersihan lingkungan RW.
“Mahap. Tapi buat apa ini oom?” tatapnya dengan sorot wajah kereng.
“Cuma buat nambahin beli rokok aja kok mas.” Senyumku nyopan.
“Maaf aja ya oom. Saya ini pemulung, tapi bukan pengemis.” Tegasnya.
Tentunya dong aku melengak. Duh caraku pasti ada yang salah deh nih.
“Maaf atuh mas. Tapi saya tak punya pikiran jelek kok.”
“Iya oom. Saya mengerti akan maksud baik oom. Tapi mahap aja ya oom.”
Akupun segera aja masuk kembali, buat menulis renungan ini.

Lebih sayang mana, anak atau cucu???



Dalam chatting bersama Anndee dinihari tadi, ada tanda tanya yang menggelitik. Lebih sayang mana ke anak atau cucu? Hehe, faktuil lebih sayang anak dong. Kenapa? Karena sejak kecil dia memang dekat ke kita. Belum lagi semasa dalam asuhan sebagai tanggung jawab atas amanah Allah SWT ini, kan kewajiban kita buat merawat, membesarkan, membimbing dan mengarahkan jalan hidupnya. Sebab kalau salah2 membimbingnya en kalau gak karuan hidupnya kelak, tentu akan menjadi sesalan tak termaafkan yang tak berkesudahan.

Lain lagi dengan cucu. Emosionil tentu lebih sayang. Kenapa? Karena semasa punya cucu, anak kita sudah dewasa. Sementara cucu masih kecil. Tapi bagaimana arah jalan hidupnya? Harus lebih banyak atas hasil bimbingan papa mamanya.. Dalam hal ini kita harus berhati2, jangan sampai terjadi perbenturan dalam ikut mengasuh sikecil. Selaraskan arahan kita kepada arahan ibu bapaknya. Dalam menyayangi cucu janganlah tindakan kita menjadi berlebihan, yang salah2 malahan akan merusak masadepan cucu kita. Untuk kemaslahatan Gaby, posisikan diri abah enin berada dibelakang Aip dan neng Wiena. Terkecuali untuk keadaan darurat, terutama untuk memelihara kelangsungan kehidupan. Dahulukan akal daripada perasaan. Okay gak tuh?

Sabtu, 26 Januari 2008

Gaby Inara Nugraha

Semalam aku nelepon neng Wiena,  katanya Gaby lagi gegelehean mo bobo karena hari dah jam 20.10. Masih kata neng Wiena, begitu dengar nama abah disebut, Gaby langsung bangun  mendekati posisi telepon lalu berseru, "Abaaaahhhh." dengan nyaring lucunya. Duh tentunya dong abah terharu mana kangen pisan sama incuku yang baru satu ini. Akibatnya semalaman abah excited gak bisa tidur, dengar besok Gaby mo datang menjelang ke dokter buat periksa bulanan dan imunisasi wajib buat batita.
Tadi siang baru di jam 11 abah turun ke warnet dan dari celah pintu tampak Gaby yang mengenakan busana kodok hijau segar itu agaknya selalu menatapi arah tangga di dapur. Dan begitu tampak sosokku, Gaby lalu bilang," Abaaaahhh. Atuuuuut." Tentunya dong Nini dan Enin tertawa serempak, "sama abah kok takut sih neng?" Dan Gaby nyirintil mendekati, lantas menyalamiku. Duh cucuku sibiran tulang papa mamanya, mainan mata dan hati sanubariku tersayang. Pangkuku seraya mengecup pipinya yang segar dan ranum. "Atiiing... Tutuuu.." Kekejeknya minta turun, lalu berlari ke Ating buat ambil botol susu, seraya menatapiku sambil menyedoti botol di tangannya. Sayang kamera dibawa Adel ke Depok buat acara bedah kampus, padahal ada obyek photogenik buat sasaran lensa nih. Ada juga videocam, tapi Ade malesy buka. Hehe, dasar! Baru aja Gaby 5 menit berlalu, pucunghul Adel datang. Hehe, keciaaan deh abah...

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 95 blogs, on date Jan 26th, 2008. Hours 14.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

DubaiMLM, Most.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Jumat, 25 Januari 2008

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 95 blogs, on date Jan 25th, 2008. Hours 19.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

DubaiMLM, 3rd.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Kamis, 24 Januari 2008

Go to kampus emas indemost horny...



Melihat gerobag es dawet liwat, sambil merongos minta Ade beliin. Lalu dengan  ter-seok2 karena dengkulnya masih rada bengkak,  Ade ke arah masjid sambil nenteng 2 gelas es. Begitu balik sambil ngudek gelas make straw plastik, Ade ceritera sambil tertawa tawa.
"Kemarin siang di kampus ada kejadian aneh beh."
"Apa tuh De?" Ujarku sambil ikutan ngaduk juga.
"Ada escudo masuk ke kampus lalu parkir di dekat masjid, cuma buat numpang onani."
"Waaaahhhh...." Ujarku melengak. " Lalu???????" Kuhentikan adukan lalu nyeruput cendol.
"Karena kacanya bening, ada m'siswi yang lihat lalu tereak. Escudo langsung panik, hidupin mesin lalu kabur. Melihat jalan mobil gak bener, anggota satpam curiga lalu menyetopnya. E-eh malahan ditabrak. Tentu aja dikejar smp keluar kampus. Alhasil dianya lantas babakbelur kayak maling ketangkep. Begitu juga mobilnya, windshield hancur. Hehehe...."
"Anggota satpam terluka?"
"Gak sih, kayaknya kecepatan escudo juga cuma 40an kok."
"Artinya kecantikan para m'siswi kampus, bikin para supir jadi pada horny ya De..." Kekehku.

Donnaliens




Dah seminggu ini Jakarta memang panas pisan kok neng. Warnet cocoknya make kipas deh, klo make AC keringet buntet malahan ngucur. Mana user monya pada merokok lagi. Klo gak malu aa seharian make kolor abah doang tuh. Ada rada adem menikmati semilir angin, klo duduk2 di anjungan rohto depan warnet. Tapi asal lihat gadis2 cantik pating seliweran dari rumah2 kost, e-eh malahan isi kepala aa yang panas. Jakarta memang lagi edun kok. Duh kebayang aja sejuk emannya uncang2 angge, dikerimbunan pepohonan puncak bukit Bluwek di Sukabumi. Menghindari penggambaran Monas yang tampaknya dah horny banget tuh.

http://premonicionesdominicanas.blogspot.com/



Se ha guardado su comentario.
La apariciĆ³n del comentario en el sitio puede tardar unos momentos.
2 comentarios
Cerrar esta ventana
Ir al formulario de comentarios

emanrais dijo...

Hi, this is a fine grande blog indeed, except I can't talk in Spanish. Keep writing amigos.

23 de enero de 2008 03:27 AM

emanrais dijo...

My dear Susanq. What an amazing blog you have. A single page blog, content of 56 pages in. A lot of primary information about Dominica. All of these made me thinking deeply in http://renungansekilas.blogspot.com/ Thanks a lot, indeed.

23 de enero de 2008 08:08 PM

Rabu, 23 Januari 2008

Kok oral and written seh oom???

barusan aja Anto satu mahluk pria yang sangat feminin minta dibuatkan surat lamaran kerja. Dalam alinea qualifikasi, kutulis "having excellent oral and wrtten English," karena kutahu pasti gaya berbahasanya memang okay punya tuh. Pokoknya Britton pisan dah.
Begitu draft selesai, lalu kusuruh dia baca. Tapi mbak Anti malahan protes.
"Kok buat my English make sebutan oral and written seh oom?"
"Trus klo menurut kamu kudu gimana dunk?"
"Wah sioom inih gimana seh? Ya oral and anal, atuh." Hehe, sunda bageur...
Meski bingung, tetap aja ku edit ulang, save, lalu print.
"Nah ginih baru okay tuh oom." Kikihnya sembari bayar, lantas melenggang seraya bilang "kembaliannya buat sioom ajah." Duh, mangkaning selembar 20ribuan, minus 4500 perak.

Selasa, 22 Januari 2008

Cilok...

Ade nenteng kantong plastik berisi baso dengan kuah kemerahan. Cara makannya juga menggiurkan. Setiap bulatan ditusuk dengan lidi lalu dipindahkan ke mulut. Duh kayaknya enak juga tuh. Hehe, maw dung!
"Apa tuh De?"
"Cilok beh?"
"Apa tuh cilok?"
"Aci dicolok beh. Ini makanan khas anak SD kok beh." Tawanya memandangi raut wajahku.
"Mau beh?" Tawanya.
"Mau tuh. Berapa?"
"Terserah. Seceng boleh, noceng apalagi." Lantas Ade ngacir ke depan masjid.
Saking penasaran, aku langsung aja mencolok sepotong, lantas kusuap aja yang kontan membuat mulutku gonjang ganjing. Ada puanas, ada sedep kuahnya, ada enak basonya. Cuma rasanya kok seperti rasa hanyir daging keong sawah entah kuning telur deh. Hidangan noceng itu berisi 10 potong belahan baso ikan. Tinggal cimol yang belum merasai geser lidah dimulutku tuh. Tunggu klo ada yang liwat aja deh.

Lelaki 7 zaman...





Klo dipikir2 sejak 24 feb 1944 smp tob begini tapi rasanya sih dah ngalamin 7 zaman.
1942-1945, zaman pendudukan Jepang.
1945-1965, zaman Soekarno.
1965/8-1998, zaman Suharto.
1998-1999, zaman BJ Habibie.
1999-2001, zaman Abdurrachman Wachid.
2001-2004, zaman Megawati.
2004-, zaman Susilo Bambang Yudhoyono.

Lahir di zaman Jepang, remaja di zaman Kiblik, pemuda di zaman BK, dewasa di zaman Suharto, jadi PNS di zaman Suharto, punya rumah Perumnas di zaman Suharto, punya kendaraan di zaman Suharto, selesaikan kuliah di zaman Suharto, punya CV Mekatron di zaman Suharto smp digilas krismon. Pensiun tahun 2000 di zaman Gus Dur. Mendirikan usaha keluarga CV Raison di zaman Gus Dur. Ngemong Gaby di zaman SBY. Menikmati masatua membina wadah usaha keluarga CV RaisonE dizaman SBY. Terimakasih kepada semua Presiden tercinta kami. Semua jasa2mu bagi bangsa dan Negara Indonesia tak ternilaikan, bersama sekuntum mawar dari hatiku ke hatimu.

Senin, 21 Januari 2008

Ibu Hendra

Jam 17.27 menerima call dari ibu Hendra yang mengaku sebagai saudaranya Rahman. Mengabarkan, karena tubuh Rahman sakit2 lalu diurut. Klo kata akhli urutnya, pinggul Rahman harus digips karena retak. Padahal kemarin sudah ke RS Tarakan, dironsen, diperiksa dokter, dikasih resep lalu diperbolehkan pulang. Aku bilang nanti mo dibicarakan dengan Ade, lalu ibu Hendra memberikan nohape. Begitu Ade nelepon balik, ibu Hendra menerangkan dialah yang mengurut. Dan marah2 ketika Ade mengajaknya kembali ke RS Tarakan buat dironsen ulang. “Kamu jangan macem2 ya, pasien saya banyak. Kamu kan yang nabrak jadi dateng aja kesini. Nanti saya yang urus.” Tapi Ade tetap keukeuh marikeuh klo Ade mau bantu urus hanya melalui RS Tarakan aja. Telepon tampak ditutup tanda hubkomtel clear and out.
“Klo kita ladenin maunya, orang begini mah bakalan gak ada habisnya beh.”

Apel Batu.

Meski hawa puanas banget juga, malahan menghadirkan Ima yang dah lama banget gak nge-Net. Begitu datang ke konter kasier buat bayar di jam 16.26 tentu aja kulaba sekalian. Pertama Ima dara Semarang itu yang menjawab dengan telak, "sumuk." Tapi kubilang aja klo kata orang Jawa Timur bukan sumuk.
"Eh nggak kok pak. Tetap sumuk kok." Jawab temannya yang dara Malang itu. Lalu aku bacakan aja ceritera perihal diancuk itu. Tentunya menuai senyum manis disertai protes cantik Anita.
"Saya dari Malang lho pak. Dan kami tetap menyebutnya sumuk. Klo bapak ke Jawa Timur harap jangan pernah bilang seperti itu. Orang2 bisa marah lho pak." Tawanya dengan gigi mutiaranya.
"Iya Anita, malahan bisa aja diclurit..." Kekehku, smp lupa kasih kembalian 11ribu.
"Hihi, kok bapak tau aja sih?"
"Atuh tahu Anita, apalagi klo di Malang. Kan watak gadis2nya harum manis tapi keras."
"Iya pak. Kayak apel Malang dari Batu." Derainya seraya melangkah ke Menaragading.

Bukan perwira beh, tapi kabur...

"Memangnya kamu jalan dalam kecepatan berapa De?" Tanyaku setelah tiba dirumah.
"80 beh. Saya pikir toh di lintasan jalur 3. Saya juga gak tahu klo ada anak loncat. Saya tadinya mo ngerem tapi saya kira gak akan aman. Makanya saya buang kanan aja, tapi gak urung kaca spion nyabet kepalanya." Hehe iya sih si Rahman belakang kepalanya benjol segede telur itik.
"Lalu kamunya gimana?" Lanjutku sambil mengamati yang tengah mengolesi luka didengkul dengan betadin.
"Saya langsung mental bergulingan. Sementara Thunder nyerosot sejauh 10 meteran sambil mengeluarkan percikan bunga api. Duh saya kawatir terbakar aja tuh beh." Ringisnya.
"Saya lalu bangun dan mengejar. Begitu sampai, motor dah diam lalu saya copot aja kuncinya. Sementara itu datang merubungi saya sekira 30an orang dengan wajah sangar. Waduh modar dah saya, gimana ngelawannya coba? Tapi saya PDin aja karena merasa gak bersalah. Buat beberapa saat saya sengaja tidak membuka helm buat berjaga jaga aja takut ada yang nekad ngemplang. Dengan bantuan beberapa tukang ojek, saya lalu membangunkan motor lalu saya tuntun dan parkir dekat pangkalan ojek. Kemudian saya berteriak, 'Anak itu dimana'? Ternyata anak itu terkapar diam ditepi jalan sambil dijaga oleh beberapa lelaki. Waduh saya menjadi kewatir akan keselamatannya. Lalu saya call babeh." Ringisnya ketika menurunkan kaki kanan.
"Lalu gimana De? Kok kamu gak mau babeh ke Tarakan?"
"Saya ada uang 100. Saya kira cukuplah buat berobat. Saya lalu menyetop taksi lalu membopong anak itu sambil berteriak, 'siapa diantara kalian yang tinggal dekat sini. Ayo ikut ke RS Tarakan'. Lalu satu orang lelaki ikut, ternyata dia pamannya sianak. Sebelum berangkat beberapa lelaki bilang kalau dalam peristiwa ini sianak yang salah, karena menyeberang bukan melalui jembatan. Alhamdulillah, legalah hati saya beh. Tinggal lagi mikirin ongkos taksi dan berobat."
"Tapi aku bangga kepada kamu De. Ternyata anakku memang berjiwa perwira." Tatapku.
"Sejujurnya sih bukan perwira beh. Tapi kabur dari segala kemungkinan yang bisa dilakukan oleh para lelaki bermuka sangar itu. Sebelumnya malahan ada yang minta kunci segala, tentunya saya gak kasih. Kenal juga nggak."
"Siapa De?" Tanya Evan yang membawakan Thunder dari Kota Bambu ke KK.
"Siapa lagi,  paling preman. Kan gak mungkin aja dia mau pulangin motor kesini. Thanks berat ya beh. Dah mo datang ke RS, padahal babeh juga lagi gak sehat." Takzimnya, lalu terkekeh.

Diancuk!!!

Udara Jakarta dah nyaris seminggu ini puanas buanget. Siang malem keringat berleleran. Dalam sehari bisa ganti baju/kaos 4x. Klo diturutin maunya mandi 3 jam sekali. Rasa panasnya seperti naik bus Gamadi jurusan Senin Blok M liwat Thamrin. Iya sih bus begini beroperasinya dulu di tahun 1960 smp 1970an. Waktu itu aku masih SMA kelas 3 tapi dah kerja sebagai oliman di Kebayoran. Alkisah, satu siang pulang mo terus menuju sekolah di SMA KRIS dibilangan Menteng. Mana bus penuh sesak, mana ramai yang pada merokok, mana suka ada aja copet nyasar. Didekat pintu depan seorang ibu berkain kebaya selalu mengeluh, "aduh Gusti, kok yo iso saiki sumuke..." seraya acap mengelap lehernya dengan kain selendang yang dikenakannya. Didekatnya seorang lelaki muda berpakaian perlente dengan dasi terikat dilehernya. Rajin aja menempeli perempuan tengah baya yang bertubuh montok berkulit kuning dengan konde bundar dikepalanya. Mata lelaki yang tajam itu kerap membaca belahan dada di kebaya. Untungnya dia mengenakan kacamata Rayband. Kelakuan lelaki muda yang hanya membawa lipatan koran ditangan kanannya itu acap menarik perhatianku yang berdiri dekat supir. Sambil berkipas lelaki itu sering mengumpat keras, “Diancok!!!” Hemmmhhh tau aku, rupanya dalam logat Jawa Timuran, kata gerah itu disebut diancuk. Klo di Jawa Tengah kan sumuk tuh.

Minggu, 20 Januari 2008

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 95 blogs, on date Jan 21st, 2008. Hours 23.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Dor2an, Most. MyQ, 2nd. Pohaci, 3rd.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Ade nabrak anak kecil...

Sekira jam 19.30 Ade nelepon ke fax, ngasih khabar baru aja nabrak anak kecil di Kota Bambu. Thunder sudah diamankan lalu akan ke RSD Tarakan. Duh anaking, hatiku bergetar sambil aku mencoba menganalisa getar suara anakku. Bagiku yang terutama keselamatan anakku, klo soal motor mah nomer 10 aja kok. Lillahi Taala aja. Jaba sudah diasuransikan all-risk lagi.
"Klo gituh babeh langsung ke Tarakan aja ya De." Pintaku dengan nada setenang mungkin, sambil menghindari nada yang bisa meimbulkan resiko Ade menjadi panik.
“Oh gak usah beh. Babeh tenang aja, nanti klo ada apa2 saya khabarin.” Elaknya.
Warnet masih full, sementara dikursi tunggu masih 3 orang duduk menanti giliran. Aku lantas aja minta ambu untuk bersiap. Gila aja, masa anakku dalam musibah aku diam aja nunggu dirumah seperti kehendaknya. Begitu turun ke ruang warnet, tinggal 1 orang yang dikursi tunggu. Tapi ternyata pak RT mo menagih iuran bulanan. Setelah menyelesaikan urusan bersama pak RT, aku lantas aja mengumumkan bahwa 10 menit lagi warnet tutup, sambil bilang klo aku kudu segera ke RSD Tarakan karena ada musibah. Tetapi tetap aja ada 3 orang yang ngotot mau nge-Net juga. Malahan datang juga yang mau scan 7 lembar ijazah dan seorang yang mau ngeprint. Satu demi satu klien datang ke konter kasier buat membayar. Jam 20.10 Ade nelepon lagi, kali ini malah minta agar aku segera datang ke RSD Tarakan. Tentunya segera saja kusanggupi karena kami memang dah siap berangkat, sambil mematikan semua komputer warnet dan wartel. Alhamdsulillah yang ngotot mau nyeken dan ngeprin juga lantas memahami situasi. Seterusnya kami berdua keluar rumah lalu mencari taksi. Dalam 15 menit kami sudah sampai ke Tarakan. Aku langsung ke UGD dan menemui Rahman, 8 tahun, korban dan Zulkifli bapaknya asal dari Pariaman. Kemudian segera kucari anakku yang tengah menebus resep di apotik. Lega hatiku ternyata kondisi anakku save and sound, kecuali wajahnya yang rada pucat.
“Thunder aman beh dan udah saya titipkan ke sekelompok tukang ojek.”
Puji syukur ke hadlirat Allah SWT, di jam 22 aku sempat menulis ini di warnet RaisonE. Bahkan kudu nerima 2 users di jam 22.20 saat ini.
"Sebentar aja pak. Mo kirim email penting banget."
Tentu saja aku kudu mengangguk dengan seulas senyuman.

Sabtu, 19 Januari 2008

Dasar si kunang2 bengung...



Bulan separuh menggantung di langit-langit gulita, kabut hitam-kelabu berpendar diantara ketiadaan bintang. Malam yang temaram, tanpa kelelawar, tanpa burung-burung malam. Hanya bulan…
Kutarik punggungku dari sandaran bantal yang menumpuk di sudut kanan ranjang. Kuletakan buku Rivalry of Geisha, yang baru saja kupinjam dari perpustakaan fakultas, diatas tumpukan buku-buku sejarahnya Pak Dirman yang belum selesai kubaca, dengan malas kurebahkan lagi tubuhku. Perlahan pandanganku melayang ke kamar kost yang sudah hampir 4 bulan ku tempati. Berantakan. Buku-buku berserakan di atas kasur dan meja, ada juga beberapa yang tergeletak di lantai. Makanan ringan pun tak kalah berantakannya. Tipe kamar manusia plegmatis-sanguin dengan tingkat kemalasan tinggi.

to be continued... ^^

Bayar utang janji



Waktu mo ke Citra, sepanjang jalan si Aa sempat ceritera yang latar belakang dia menyumbang 2 unit pc ke panti asuhan.
"Mamah inget gak dulu waktu saya masih kuliah bawa 2 CPU rusak kerumah?"
"Iya, waktu itu mamah bingung, kok 2 komputer dari panti asuhan gak selesai2 dibetulin."
"Mamah tau, waktu itu saya memang mo betulin tapi apa permasalahannya gak ketemu. Sejak awal saya memang mo nolak. Tapi  kepikiran terus klo gak saya yang betulin, temen2  gak ada yang mampu sebab semua dah pada nyerah."
"Kenapa gak kamu pulangin aja Ip?" Ujarku.
"Itulah salah saya beh. Saya gak bisa bilang tidak ke panti sosial begitu."
"Lalu kamu putus hubungan sama orang panti?"
"Gak juga sih. Saya sempat beberapa kali ketemu dengan pengurus panti. Tapi beliau gak pernah menyinggung soal itu. Sekarang saya merasa mampu beli, makanya saya lakukan secepatnya. Untung ada Ade yang bisa menghandel sejak pembelian smp siap pakai."
"Lalu kamu belum ke panti?"
"Belum beh. Tapi kemarin dulu pemilik panti sempat nelepon saya. Tapi gimanapun saya mo kesana buat lakukan ijab kabul."
"Atuh iya A, biar sama2 senang." Ucap mamahnya.
"Iya mah. Nanti saya ajak neng sama Gaby buat lakukan serahterima ke panti."
"Malahan Ade juga menawarkan diri buat bantu2 operasionalnya."
"Iya beh, orang panti juga bilang begitu." Kekehnya dengan wajah sumringah.

Jumat, 18 Januari 2008

Jaringan terpaksa dicabut...



Kemarin sore itu aku demam. Kayaknya batuk en flu berat. Pantasin aja dah 2 hari persendian pada sakit. Maka kepada klien yang masih asyik didepan pc, aa umumkan warnet buka sampai beduk Maghrib aja, kecuali klo dah datang pengganti. Jaba Adel masih di Depok baru bisa datang besok pagi. Ade dah ditelepon tapi masih di kampus.
Kemudian selepas adzan Maghrib satu demi satu 5 user bangkit dan membayar. Tinggal 2 ce yang masih uplek di pc #4 sejak 14.49 dan di pc#13 sedari jam 17.09. Maka di jam 18.30 terpaksa kucabut aja sambungan LAN dan jaringan ISP.
“Lho pak. Kok warnetnya gak jalan nih?” Seru pc#13.
“Iya non. Jaringan terputus lagi.” Jawabku belagak pilon.
User pc#4 segera bayar sejumlah Rp. 18.500.- Tinggal satu lagi yang masih ngotot.
“Waduh gimana nih pak. Page ku belum sempat ditutup. Ntar dibaca orang.”
“Di restart aja, Natr juga cookie nya hilang..” Jawabku asbun sembari mencetin kepalaku yang kian pening dan suhu tubuh kian meningkat.
“Tapi nanti page aku dibaca orang…” Gerutunya.
“Salah kamu dong, kan dah lebih dari setengah jam diingatkan warnet akan segera tutup.” Akhirnya sienon mo bayar Rp. 6.800.- dengan selembar 100ribuan.
“Kamu tukar dulu gih non. Uang kembalian kami gak mencukupi.”
“Bapak aja yang tukar.” Jawabnya ketus gak perduli.
“Kamu dong yang tukar. Itukan uang kamu.” Sentakku dengan kepala berat.
Tapi akhirnya dia ngalah dengan mengeluarkan 7 lembar ribuan.
“Gak usah pamer klo baru punya duit seratusribuan mah.” Sentakku seraya kasih kembalian sekeping 200an. Tanpa ba atau bu sienon lalu ngeloyor pergi. Tepat saat Thunder125 Ade memasuki teras buat parkir. Akupun segera kelantai atas buat makan, nelan obat flu lalu tidur smp pagi.

Senin, 14 Januari 2008

Pertanda alam




Hehe, baru nih ngalamin kontrol ke Menes make lama. Biasanya asal datang langusung ditangani. Tapi kemarin smp nunggu sekira 3 jam. Mana bawa Gaby dan Nini lagi plus neng Wiena dan Ating. Rencananya sehabis ke Menes lalu ke pantai Matahari di Carita, tapi sebelumnya makan dulu di Labuan.

Rabu, 09 Januari 2008

Gula pasir...



From:
Abah
Date: Wednesday, 9 January, 2008 6:48 AM
Subject: Sekedar renungansekilas...

Message:
Hehe, suka ingat aja gimana cara kerja
para kuli timbang di gudang2 gula
pasir. Namanya juga yang kerja keras,
tentu saja mana sempat menyeka keringat
yang berleleran kecuali yang merembesi
wajah saja. Nah butir2 keringat yang
berjatuhan kehamparan gula pasir itu
lantas menyatu dengan gula. Lalu
membentuk bulatan2 kecil2. Terkadang
mereka juga meludah sembarangan
kegundukan gula pasir yang siap timbang
lalu dikarungin itu. Malahan ada juga
yang kurang ajar membuang ingus waktu
flu berat atau bahkan berdahak. Makanya
bagi konsumen gula pasir kiloan, jaga2
aja buat sering2 mengamati kualitas
gula di stoples. Klo ada bulatan kecil2
tentu berasal dari tetesan keringat
atau semburan ludah. Klo bentuknya
memanjang, boleh jadi hasil semprotan
ingus. Apalagi klo bulatannya rada
besar, tentu deh berasal dari ledakan
dahak. Amati dah wadah gula!!! Makanya
jangan heran klo konsumen akhirnya
lebih senang belanja di supermarket
yang kualitas gulanya terjamin putih
dan bersih. Suka kebayang gak sih klo
ngopi atao ngeteh di warung makan?

Senin, 07 Januari 2008

Pletok...



Semalam jam 23.35 baru aja tutup warnet. Selagi mo buka T-Shirt tiba2 tulang bahu ngebeletok. Nyeri sesaat meski lebih gede trauma jiwa. Mendengar teriakan, Ade lalu masuk kedapur dan bantu membuka T-Shirt. Ade lalu minta aku gerak2an bahu. Alhamdulillah, setelah malahan merasa enteng, trauma jiwa lalu reda. Lantas bobo dengan eman smp pagi. E-eh siang ini menjelang jam 12, di kamar mandi bahu ngbeletok lagi meskipun ringan. Aku lantas tertawa aja. Rupanya begitulah aturan alamiah. Begitupun, aku lantas merenungi peristiwa ini. Mencoba mencari makna…

Minggu, 06 Januari 2008

"hanya kira kira 20 menit...saja...."




From:
falva
Date: Saturday, 5 January, 2008 12:15 PM
Subject: "hanya kira kira 20 menit...saja...."
Message: assalamualaikum....

...kemarin saya kerumah kakak saya
yang ada di daerah menunggal
Gresik,....tepat akan sholat magrib,ti
ba tiba ada suara ...."grubyak.....'
apa yaah...???!!!, eh jemuran nya
ambruk,..., gimana ngga ambruk anginya
kenceng buaanget, baru kali ini emang
saya ketemu sama angin yang kenceng
seperti semalam.......
....Selang beberapa menit LAPPP', mati
deh lampunya.....duh makin pusing
abis, banyak anak anak kecil pada
tereak tereak ......duuuhhh ..!!!..
hujan pun turun deres sekali ,makin
lengkap sudahlah....... ,ketar ketir
aja hati sambiil trussssssss..doa ngga
henti hentinya..........
.....20 MENIT MUNGKIN ,akhirnya hujan
angin itu
rampung, "..ALHAMDULILLAH"........tapi
ya itu tadi lampu nya mati,satu
satunya hiburan untuk anak anak "yang
hidup di kampung yaitu...."televisi",
yah nganggur .....SEMENTARA..!!!
........Jam 8 malam gitu saya ijin
pulang , dengan beberapa sodara
saya....,.dijalan memang ada suasana
yang agak beda dari biasanya,...di
jalan raya orang orang pada banyak
yang keluar dari rumahnya,anak anak,
dewasa, laki , perempuan... pikir
saya " kenapa yaaaaaa??!!!!!..."
mungkin biasa , abis ujan ...,..mati
lampu pula di sepanjang jalan... jadi
yaaaah ...., pada keluar rumah ,
apaalagi ini malam minggu.......
.....Ehhhh...ternyata ngga. mereka
keluar karena banyak sekali pohon
pohon besar yang tumbang, rumah rumah
yang sebagian bangunananya tuh ambruk,
kios kios makanan yang buka di
lapangan ..bakso,mie..dan lain lain
pada berantakan, papan papan reklame,
traffic light ,trafic light yang
awalnya posisi tegak.. jadi rukuk
semua, lampu lampu di jalan raya juga
mati, alhasil suasanya jadi kacau
balau......
...Begitu dasyatnya ya,..hanya kurang
lebih 20 menit saja.....angin kencang.
merusakkan banyak sekali bangunan ,
pohon pohon tumbang....weeeeuuh..!!!...
......hmmm....banyak banyk deh berdoa
minta perlindungan , memang cuaca,
juga keadaan alam kita yang sedang
sakit,...
...Dengan memperbanyak berdoa dan
introspeksi diri , serta niat baik ,
bahwa kita akan lebih berhati hati
dalam menapaki hidup,mengelola
alam.... akan melindungi kita dari hal
hal yang sedemikin itu, itu baru angin
kencang 20 menit saja,bagaimana kalo
lebih.....
...SEMOGA KITA BISA MEMETIK
HIKMAHNYA..!!!...........sehingga kita
lebih punya hati,sense of belonging,
rasa memiliki...akan alam ini...semoga
kita semua selalu diberi
perlindungan..dan bisa selalu berhati
hati...amin


semoga bermanfaat

wassalm..

Koboy Myo



Hilman baru duduk di bangku SMA, ketika ibunya tiba2 melapor klo Hilman minta sepedamotor Myo seharga 5 jeti. Saat ini lagi enak2an nyewa motor dari uwaknya yang memang punya beberapa motor buat disewakan 150ribu sehari. Atuh puguh ibunya yang cuma punya usaha salon potong rambut di kampung, kudu sungsang sumbel nyari duit 500ribu seminggu hanya buat bela2in nyewa motor bagi sibungsu itu. Hehe, abong yang lagi marurag bulu bitis. Ketika dikonfirmasikan pertelepon sama kakaknya yang badagjung itu, maka dianya bilang klo Hilman boleh make Thundernya klo cuma sekedar buat ngegaya mah.
"Trus aa kuliahnya gimana?" Sureng Sukabumi. Hehe, punya juga rasa kuatir ka si aa.
"Guah mah gampang Man, klo perlu ke kampus jalan kaki juga gpp kok." Jawab Tangerang.
Alhamdulillah, Hilman tau klo si aa dah berguah, itu tandanya dah marah. Lalu smp sekarang gak pernah ada khabar Myo lagi tuh. Maklum aja namanya juga emosi semusim. Mana budak olol leho itu mana juga punya SIM C segala. Sorih ya Man, abisnya dana yang tersedia juga baru buat pendidikan doang. Klo buat motor, apalagi klo cuma buat ngoboy mah ntar kalih sehabis lebaran (monyet!)…. Duh iya sih katanya SMA Kramat itu kayaknya sekolah buat anak2 pejabat lagih.

Uang semester



Tadi pagi sembari nyetrika baju, Adel melapor klo paling telat tgl 18 kudu dah bayar uang semester 2 senilai 1,3. Alhamdulillah, masih kabedag kok andaikan uangnya cuma dari dana tabungan pensiun juga. Itulah untungnya kuliah di universitas negeri tahun 2007. Bandingin aja sama uang semester Ade senilai antara 1,5 smp 2 untuk tahun kuliah swasta 2003. Tapi buat yang angkatan 2007 aja bisa mencapai puluhan tuh. Hehehe, buat pensiunan gini, mana ku...ku.. Meski mesti kudu ku-ku juga, karena biaya pendidikan memang mahal kok.