/* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid #cccccc; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font-weight: bold; line-height: 1.6em; font-size: 78%; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear: both; text-align: center; color: #333333; } #footer .widget { margin:.5em; padding-top: 20px; font-size: 85%; line-height: 1.5em; text-align: left; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { width: 750px; margin-left: 0; margin-right: 0; } -->

Minggu, 24 Februari 2008

Adel




Selagi di Polres Tangerang 22 Feb 2008, Adel kirim sms klo dianya gak bisa ke KK karena lagi sibuk bedah kampus. Malahan saat itu dianya lagi ke US Embassy. Gpp sih klo dia memang sibuk, tapi kan dianya kudu makan biar tetap sehat dan bisa jaga stamina buat kesehariannya. Terbayang dong klo bekalan minggu lalu dah menipis. Kemarin menjelang maghrib, Atie yang suaminya juga ultah bersamaku mengirimkan sepotong cheese cream cake dengan strawberry stew on top yang menggiurkan kalbu itu. Katanya kiriman dari Ais, Opay dan Okky dari hasil tabungan bertiga. Hehe, tentunya dong diembat bertiga seraya menenggak kopi panas dengan nikmat. Karena gak tahan giyung takut kolesterol naik, sisanya disimpan dikulkas. Buat diembat lagi nanti2, meski seringai buas di wajah Ade menandakan klo dianya mah selalu siap embat.
Selepas maghrib Adel malahan muncul meski dengan wajah lesu.
"Kenapa Del?" Tanyaku dari konter kasier.
"Habis takziyyah beh. Salah satu teman angkatan 2007 ada yang wafat dimeja operasi."
"FIB SEjarah? Kenapa Del?"
"Iya beh. Gagal ginjal." Duh ituh klo yang namanya umur.
"Inalillahi wa inaialaihi raji'un...."
"Semalam nonton Kickandy gak beh?"
"Duh maaf Del, di Gaby babeh langsung tidur di jam 20.30."
"Babeh kan kepingin baca buku Kickandy. Ini salah satunya beh. Selamat ulang tahun ya beh..."
Tawanya seraya mengulurkan sepotong buku The Art Of Successful Parenting, karya Shalimi Mitra yang masih terbungkus plastik. Artinya buku itu masih mint, kutubuku itu baru sempat jamah belum sempat baca. Buku itu tak dibungkus seperti lazimnya satu kado. Tapi cukup ditempeli kertas pesan, "Beh waktu itu kan babeh pernah bilang pengen buku dari Kick Andy. Ini buku buat babeh, Lia dapet dari studio Kick Andy nya live he...he. Semoga babeh suka. Happy birthday yang ke-64 ya beh. Moga sehat....... With love, Adel."
Ya suka atuh Del!! Makasih ya masih inget sama babeh…Kikihku dalam hati yang rada pilu.

Genap 64 tahun...



Alhamdulillah. Hari ini umurku genap 64 tahun. Tadinya kukira yang paling ingat akan peristiwa ini hanyalah anakku Aip. Dia sudah mengingatkan kemarin sewaktu mengantar aku dari Gaby ke KK. "Iya, babeh besok ulang tahun ya beh. Yang ke 64 ya." Tapi aku diam saja, sambil menikmati arus dilandasan pacu jalan toll Merak Jakarta. Beberapa saat setelah Vios Blacky memasuki ramp Bitung menuju ke Jakarta.  Ya landasan pacu atuh, karena si Aa biasanya suka ngebut dengan beringas klo aja ada yang berani meliwatinya. Apalagi sejak kemarin kuamati dianya kayak yang lagi perang bathin perihal beberapa pics Gaby yang ada dalam phonecam nya yang dah lama kuminta transfer ke CD. Belum lagi yang di digicam Casio milik neng Wiena. Sepanjang jalan itu kami hanya membicarakan musik jazz dari sistim audionya. Tentang lagu2 lama 1970an. Tentang lagu Round Midnight yang lagi manggung saat itu di Pioneer player.



"Lagu ini asyiknya sebagai pengantar the late midnight. Sambil ngopi dan ngudud" Gumamku.
"Iya beh. Kayaknya ini lagu tahun 1975an deh." Tawanya seraya mengebut dengan tenang.
"Ada satu lagu yang babeh suka pisan. Stardust." Itu aja. Sesampainya di KK kebetulan lagi terkena giliran pemadaman PLN. Tentunya dong transfer pics itu tak bisa dilaksanakan. Tak lama ibunya dan ibu mertua datang dari reuni GNE, setelah minum soda dingin, keduanya segera saja pulang lagi ke Citra. Huh, gara2 PLN padam batal lagi deh transfer pics cucuku Gaby.
Malamnya di jam 23.54 Aip kirim sms via hape ibunya dan 23.59 via nohape Ade. Kan dia belum tahu nohape baruku. Dah kubuang yang lama karena suka banyak interferensi matak sebel aja.
"Met ulang tahun ya Beh...Semoga cepat sehat lagi. Bisa dekat ke diri sendiri, dekat ke keluarga dan dekat kepada Allah. Rezeki tambah lancar. Amiiien." Tulisnya. Lalu di jam 05.50, kujawab aja via hapeku, “makasih ya a en neng. Amiiien. Abah eman bangga Gaby semakin cerdas en sehat aja. Abah mo usahain kita sering bersama. Salam makasih ke Ibu.” Tulisku sambil mikir serudet lukisan Gaby.



 

Senin, 11 Februari 2008

Bekicot loko...


KRD Depok

Dulu, cara memanfaatkan transportasi perkeretaapian kita mungkin bobrok. Berapa banyak korban yang tewas kebentur talang akibat suka slengean di atap gerbong? Kayak gambar KRD Depok tuh. Tapi ternyata kesulitan beli tiket KA bukan di kita aja lho. Di negara lain ada juga loko yang dipenuhi "bekicot" begini. Meskipun gak beresiko kepala kebentur talang, tapi klo melamunkan sedapnya berebut pizza kan bisa terguling tunggang langgang juga tuh.  Salah2 ya tewas2 juga kok. Tul gak bozzz?

Sabtu, 09 Februari 2008

Kickandy


KOMENTAR ANDA
Klo dipikir pikir, kickandy ini memang gak ada duanya dalam sejarah pertelevisian kita. Lugas tapi menggelitik bikin banyak tebaran senyum simpul. Peran bung Andy cocok sebagai mediator. Bukannya hakim garis. Nih aa acungkan 2 jempol, malahan mah klo gak takut ngejengkang aa acung 4 jempol sekalian lho. Longlife kickandy, sebagai sarana hiburan dan pendidikan moral bangsa. Moga aja gak dibredel.
Nama: aaeman
Tanggal : 09/02/2008

'Hand of Hope.'

'The tiny hand of 21-week-old fetus Samuel Alexander Armas emerges from the mother's uterus to grasp the finger of Dr. Joseph Bruner as if thanking the doctor for the gift of life.'




Subhanallah. Sesungguhnya manusia tercipta dengan bekalan kesempurnaan watak mulia. Tinggal lagi kemampuan orangtua dan lingkungannya buat memelihara dan mengembangkan watak itu.

Bacaan lebih lanjut, URL http://hildachristie.blogspot.com/

Jumat, 08 Februari 2008

Meresapi arti dari satu kehidupan...


Barusan saja aa selesai nonton tayangan Kickandy dari Metrotv, perihal seorang anak manusia bernama Prabowo Subianto. Dibandingkan dengan beliau aa nyaris gak ada apa2nya, cuma satu pensiunan PNS tahun 2000 doang. Tapi beliau, seorang muda sangat berprestasi dibidang militer. Smp diusia 46 sudah berpangkat Letnan Jenderal yang disandangnya sampai ditamatkan dari karier militer yang telah ditekuninya selama 29 tahun. Tepa sliro, aa salut dan bangga kepada beliau. Meski telah tertimpa prahara bertubi tubi namun jiwa prajurit pejuangnya masih mumbul untuk tetap bela negara dengan duduk sebagai ketua HKTI. "Sekarang ini rakyat sedang sengsara lho! Kita belum merdeka klo untuk pangan masih tergantung kepada negara lain. " Maju terus pak Prabowo, rakyat Indonesia masih tetap sumangad memimpikan kepemimpinan buat bangkit lagi.

Naked Science: Spaceman.



Ikut menikmati tayangan Jumat siang Metrotv jam 14.00, ikut terbuai oleh impian segelintir manusia buat punya rumah baru bumi baru di tata surya. Gak nemu di Bimasakti, lalu kelayaban ngintipin angkasa raya make teleskop khusus. lalu menemukan planet yang mengandung H20, H2, CO2 buat mampu menunjang kehidupan manusia bumi. Tapi setelah direnungkan sekilas, ternyata banyak sekali masalah kemanusiaan yang bisa terperkirakan. Gravitasi nol, radiasi kosmis, perjalanan yang amat jauh, mahluk bermata ijo. Gravitasi nol menyebabkan pengeroposan tulang dan penciutan otot. Bayangkan galaksi Alfa Centuri aja jaraknya 70 triliun mil dari galaksi kita. Padahal kendaraan ruang angkasa tercepat cuma 39 ribu mil perjam. Tapi NASA ngotot lalu ngasih deadline 2010, sudah ditemukan cara buat melawan masalah2 perjalanan antar angkasa itu. Doain aa ya saudara2ku! Dah gak shabar kepingin make spacesuit nih. Suka mikirin sih, kenapa gak coba kayak Tetty Kadi aja ya. Ke bulan naik onta? Duh aa jadi kepingin ka Bandung buat nemuin mojang priangan nih!

Namun dibalik berita besar itu, dari slide highlights terbetik juga berita2 kecil tanah air.
1. Negara terbitkan Surat Utang Negara (SUN)  sebesar Rp. 823,7 triliun.
2. Polres Depok menahan seorang tersangka penipu berkedok investasi yang menyebabkan     kerugian sejumlah investor Rp. 23 milyar.
3. Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara: dengan anggaran Rp. 550 milyar, Polri baru mampu     menangani 50% dari kasus2 yang ada.

Kamis, 07 Februari 2008

“Peraturan itu dibuat untuk dilanggar kok pak.”


Suku Cina dikenal sebagai gudang duit, saking kebanyakannya suka dibakarin di hampir disetiap upacara. Sebagian lagi dijuluki sebagai binatang ekonomi. Tapi tadi pagi, dalam rangka merayakan Gong Xi Fat Coi, Metrotv menampilkan warna kehidupan sebagian warga Ibukota yang berdomisili di Tegal Alur. Iya Cina juga, tapi yang miskin punya. Dibalik gemuruh tetabuhan barongsay itu (klo semasa Ordelama malahan make petasan segala).
Jadi teringat semasa masih aktif sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat deh. Pokoknya setiap berurusan dengan warga Cina yang klo datang ke kantor Pemda suka sembari nyeker itu, aa selalu kehilangan apetite deh. Bayangin aja datang ke kantor pelayanan sembari lusuh, mana mata belekan, mana mulut bau, mana make oblong dan kolor dekil. Kayak yang dah seminggu gak mandi. Tanpa basa basi ngomongnya polos langsung tudepoin aja. “Saya orang melarat pak. Mau minta dibikinin (anu).” Ungkapnya sembari mewek gegerugan. Lalu ngajubleg seharian. Tentunya dong bikin heboh dan keder. Klo ditanya data2 dari RT, RW, Kelurahan mereka gak memiliki karena hidup sulit. Kita seperti menghadapi buah simalakama. Dilayani berarti beresiko mendobrak peraturan dan juklak yang ada. Gak dilayani, mereka punya hak dan keadilan yang sama sebagai warga kota yang baik. Buktinya mau datang ke kantor pelayanan buat mematuhi setiap Perda yang diundangkan oleh Pemda kepada masyarakat. Klo Cina kaya lain lagi, mereka mengutus superoknum serba kudu bisa. Berkas2 data yang diperlukan diganti dengan amplop seadanya. Tapi maunya suka macam2 yang kudu dituruti juga tentu beresiko mendobrak Perda kita sendiri. “Peraturan itu dibuat untuk dilanggar kok pak.” Tawanya enteng.  Ngeres gak tuh?!

Selasa, 05 Februari 2008

Nurul kecopetan...


Jam 20.32 Nurul salah satu pelanggan warnet masuk mendekatiku di konter kasier. Lalu berbisik, "Pak boleh tidak saya minta tolong?" Setelah diangguki, Nurul lantas menulis sesuatu di bukunya. Heran melihat sikapnya, tentunya kupandangi wajahnya yang tampak lagi susah hati. Sesekali diusap juga kedua ujung kelopak matanya. Hemmhhhh, rupanya dianya menangis kecil. Ada apakah gerangan?
Diserahkannya bukunya buat kubaca, dianya lalu masuk ke KBU #3 setelah kuiyakan.
"Pak saya baru kecopetan, dompet saya hilang. Boleh gak saya nelepon dulu ke ayah saya. Besok2 saya baru bayar." Tulisnya. Setelah menelepon ke ayahnya, dia mengangguk tatkala kutanyakan apakah sudah membuat laporan polisi. Tadi pagi Nurul ke Bogor buat satu urusan design grafis. Pulangnya naik KRL menuju Gambir. Dia baru tahu kecopetan setelah seorang penumpang lainnya menanyakan kenapa tas jinjingnya robek. Ternyata selain tepi buku yang tersayat sayat, dompet dan hp juga raib. Padahal semua uangnya ada didompet itu. Nurul lalu lapor ke Polsek Pasar Minggu. Oleh polisi selain dia dibekali surat laporan, juga dibekali uang sekedar buat ongkos ke KK. Untuk menunggu kiriman dari ayahnya, Nurul juga kubekali sedikit uang. Manatahu ada keperluan mendadak.

Sabtu, 02 Februari 2008

BERITA UTAMA

Sabtu, 02 Februari 2008 00:00 WIB
Bandara dan Jakarta Lumpuh
JAKARTA (MI): Jakarta kembali direndam banjir. Bukan hanya permukiman penduduk yang nyaris tenggelam, melainkan juga pusat-pusat strategis Ibu Kota. Kemarin, jalan protokol sekelas Jalan Thamrin pun berubah menjadi sungai.



HUJAN DATANG BANJIR MENGHADANG: Seorang perempuan minta pertolongan saat mobil yang ditumpanginya ditelan banjir di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (atas); Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pindah mobil di tengah kemacetan saat menuju Istana Negara (kanan); dan aktivitas penerbangan Bandara Soekarno-Hatta ditutup pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.


IBU KOTA YANG SAKIT
BILA dilihat, dari sudut apa pun, banjir yang menghajar Jakarta sudah memasuki tahap memalukan ne..

sawunggaling: Jangan cari solusi kagetan saja
Masalah banjir di Jakarta adalah masalah yang sangat kompleks. Kebijakan yang asal-asalan hanya akan menghabis-habiskan biaya. Bikin kanal ternyata juga tidak banyak berarti. Pembangunan tidak bisa dikontrol lagi karena uang sudah sangat berkuasa. Lahan hijau menipis. Perputaran ekonomi yang terpusat di jakarta adalah faktor utama penyebab banjir. Andai perekonomian yg terpusat ini bisa dibagi kekota lain, tentu akan lain wajah jakarta sekarang. Jakarta masih menjadi sasaran tujuan baik oleh pencari kerja maupun investor. dan di sana pula para pengusaha dan pejabat berkumpul. Mereka berkong kalikong menghasilkan keputusan-keputusan yang merusak keseimbangan alam. lahan hijau dibabat, jadi pohon beton. Sebaiknya para pemimpin bangsa ini mulai berpikir untuk memindahkan ibu kota Jakarta ke kota lainnya di Indonesia. Misal ke Semarang atau kota lainnya. Jakarta biarlah jadi kota bisnis saja. Amerika punya New York (pusat bisnis) dan Washington (ibu kota), mengapa tidak kita tiru saja kalau itu baik? Soal banjir, kiranya pemerintah perlu mengirim para ahli ke Belanda dan belajar disana, jangan mengirim anggota DPR, karena hanya pelesiran kerja mereka. Wajah kita di dunia adlah jakarta, dan sampai sekarang masih berantakan. banjir, macet dan kumuh.
Ngawur: Sakit : salah sendiri
Salah sendiri adalah bahasa yang cocok buat Jakarta yang banjir. salah sendiri karena Jakarta dan Indonesia sudah tidak lagi menghormati hukum: hukum sipil, hukum alam dan hukum Tuhan. Jakarta dan Indonesia hanya ingin memenangkan egoisme pribadi, kelompok dan golongan. Banjir dan bencana, adalah cermin dari tidak dihormatinya hukum sipil, hukum alam dan hukum Tuhan. Ingat... semua bencana ini masih peringatan. Jika tidak bertobat, tentu akan ada bencana lain lagi. Hanya... jangan salahkan alam dan Tuhan... Salahkan bangsaku sendiri yang tidak punya kesadaran untuk pulang ke harmoninya. Saatnya untuk hidup menurut hukum di Indonesia atau mati. Saatnya untuk berteriak: Merdeka atau mati bagi Indonesia terhadap para pelanggar hukum ... dalam semangat 100 tahun kebangkitan bangsa ini.
Langsa: IBU KOTA SAKIT = PEMDA GILA
Penyakit Tahunan yang salah dianosa.
memang memalukan, siapa yang malu?? sedangkan sekarang budaya malu sudah sirna. Negara Indonesia di mata dunia sudah cukup anjelok.

Apa yang di harapkan dengan Visit Indonesia year 2008. yang bisa di banggakan bangsa ini supaya turis manca negara mau berkunjung ke Indonesia ??????
Macetttttttttttttt
Banjirrrrrrrrrrrrr
bandara ditutuppp
apalagi yaaaaaaaaa.

Jakarta lumpuh mari kita berkabung...
atau Memang suatu rahmad Air bah datang untuk membersihkan KKN yang ada di Ibu kota??????selepas bosnya telah tiada..

Wassalam

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/

>> Seminggu Yang Hancusszz!! <<



Yea.. nampaknya.. hanya blog aku yang memahami aku!! keyboard usang aku nih aja yang betul2 telus mengeluarkan apa yang aku rasakan dan apa yang ingin aku katakan.. ingatlah manusia semua, kehidupan kita sementara dan setiap kelebihan yang kita ada bukan semua hak milik kita, tetapi, atas ihsan Allah semata.. jangan bongkak dengan kelebihan itu kerana Allah boleh tarik bila-bila..


8:34 PM, emanrais
Bozzz memang kadang suka sangat berlaku klo ianya setengah dewa. Mcm hercules gituh. Tapi klo ada apa2 tetap aja dianya berlindung dibalik punggung bawahan. Setelah semua settled baru dia berkoar ini itu. "Untung ada aku." Gelaknya. Meski gak semua gituh. Banyak juga yang bergaya kebapakan. Meski sikapnya aleman inginnya dielus2, klo mahu malah dijilat kasutnya. Namun bagaimanapun gaya pimpinan, sebaiknya kita berbaik2 saja. Prompt en properly. Sebab klo tak, maka kita akan masuk kotak kayu. Klo dah gituh hidup kita bak teratak tumbuh di batu. Tapi abah salude sama puan yang satu ini. Jaga semangat dalam asma kebaikan, Insyallah akan terbuka jalan buat menambah kebaikan itu sehingga terang benderang seperti mercusuar.

Jakarta kok sakit seh? Ik heck van yaw, Batavia!!!

Jakarta, ibukota yang sakit. Begitu judul bedah eeditorial di Metrotv hari ini. Tapi ya memang begitulah kehidupan didunia fana ini. Tak ada yang kekal didalamnya. Semua akan bergeser dan semua akan datang dan pergi. Ada saat datang dan ada saat pergi. Kita yang meninggalkan dunia atau dunia yang akan meninggalkan kita. Kayak aa aja, seminggu kemarin teriak2 Jakarta puanas sumuk gerah diancok (hehe mahap klo salah ucap.) Mandi sehari 5x, ganti baju 5x, semua permukaan kulit gatal2, klo malam tak bisa tidur dengan eman (enak nyaman). Hehe, begitu kemarin datang giliran diguyur hujan, hatipun bersorak bahagia. Alhamdulillah. Baru sebegitu aja kualitas hidup rasanya berubah. Dah 2 hari terasa emannya bobo, smp klo menjelang pagi menarik kemul lagi karena dingin. Begitupun aa gak merasai akibat teruk dari guyuran hujan itu. Banjir dimana2 dengan segala pernik permasalahan yang timbul bersamanya. Media-massa merasa malu dengan Jakarta, yang bikin malu Indonesia. Akibat kabut, bandara Cengkareng kudu tutup 6 jam.  Katanya sih Jakarta ibukota yang sakit. Makanya kudu dipindah ke areal lain. Atuh ke Jogyakarta aja lagi bung. Sekalian ngalap barokah buat kemakmuran bangsa terpuruk ini. Huh, Jakarta kok sakit? Padahal lubang2 selokan aja yang pada mampet. Kayak kuping pada curek! Makanya hujan sebentar aja, Jakarta bukan cuma sejuk tapi malahan banjrit, coy!