/* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid #cccccc; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font-weight: bold; line-height: 1.6em; font-size: 78%; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear: both; text-align: center; color: #333333; } #footer .widget { margin:.5em; padding-top: 20px; font-size: 85%; line-height: 1.5em; text-align: left; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { width: 750px; margin-left: 0; margin-right: 0; } -->

Kamis, 24 Juli 2008

Dewi, mami cinta

emanrais said...

Masing ati2 sama gorengan lho nduk Wiek sing huayu tenan. Lebih baik beli yang kecil2 gitu sesuai dengan kondisi saiki zaman edan. Sing 2000 3 boleh, sing 700 juga boleh. Tapi masih aman eman (enak nyaman) buat dikonsumsi. Awas2 aja klo ke kampung Bandan, disitu gorengannya memang renyah crunchy, karena digorengnya pakai minyak (bahkan ada yang makai olie bekas) campur plastik. Apa gak matakan gagal ginjal dalam masa 20 tahun kedepan tuh? Huh, edan tenan!

6:29 AM

Ya sudah yaa kalian sabar, InsyaAlloh Alloh akan segera memberi lagi.