/* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid #cccccc; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font-weight: bold; line-height: 1.6em; font-size: 78%; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { clear: both; text-align: center; color: #333333; } #footer .widget { margin:.5em; padding-top: 20px; font-size: 85%; line-height: 1.5em; text-align: left; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { width: 750px; margin-left: 0; margin-right: 0; } -->

Sabtu, 27 Desember 2008

Rekons keluarga

Manakala isi otakku dah lempeng, sering terpikir jangan2 sekarang justru aku yang biadab entah gak beradab itu. Makanya seminggu yang lalu itu gak make gengsi ato apapun juga, laju bae aku call ke hp tapi gak da respons (bisa jadi lagi tidur karena di hari 21 Des 2008 dah jam 00.10) . Lalu kukirim aja sms, "De, besok kamu pulang ke K31 ya. Lupain masa lalu buat kita menuju hidup sehat. Maafin babeh ya." Karena gak ada jawaban, maka jam 07 Enin call. Hehe, gak taunya dianya lagi di Puncak.

Apapun bisa terjadi, tapi keutuhan keluarga sendiri itu yang terpenting.